Selasa, 18 September 2012

instrumentasi


INSTRUMENTASI 1
ALAT-ALAT GELAS
Oleh:
1.     Destiana Refnida P                    (A.102.08.015)
2.    Desty Wulandari                       (A.102.08.016)
3.    Dyah Riwayanti                          (A.102.08.021)
4.    Elis Dwi S                                 (A.102.08.022)

A.   HAEMOCYTOMETER
1.     Guna        : untuk pemeriksaan hitung jumlah sel-sel darah (lekosit, erytrosit, trombosit,  dan eosinofil).

2.    Gambar:


3.    Alat ini terdiri dari:
a.    Pipet Throma
ð  Terdiri dari 2 jenis yaitu:
1)    Pipet Throma Leukosit
Guna   : Untuk mengencerkan darah dalam pemeriksaan  jumlah     lekosit dan eosinofil
Ciri-ciri       :
·         Mempunyai skala 0,5 sampai 11
·         Didalamnya terdapat bola kaca warna putih
·         Pengenceran darah yg dilakukan:
o   20 kali untuk pemeriksaan aanthal leukosit.
o   10 kali untuk pemeriksaan aanthal eosinofil.
Gambar        :

2)   Pipet Throma Erytrosit
Guna   : Untuk mengencerkan darah dalam pemeriksaan  jumlah erytrosit dan trombosit.
Ciri-ciri       :
·         Mempunyai skala dari 0,5 sampai 101
·         Didalamnya terdapat bola kaca warna merah
·         Pengenceran darah yg dilakukan: 200 kali untuk pemeriksaan erytrosit dan trombosit.
Gambar:


b.    Kamar Hitung
ð  Guna   : Untuk menghitung jumlah sel-sel darah.
ð  Jenis-jenis kamar hitung:
·         Kamar hitung Improve Neubauer
Gambar:
Dilihat dari luar                        Dilihat dimikroskop

·         Kamar hitung Original Neubauer
·         Kamar hitung Burker
·         Kamar hitung Turk
·         Kamar hitung Thoma

ð  Cara menghitung sel:
Sel Leukosit :Dalam 4 kotak besar ditepi dengan perbesaran objektif 10X.
Sel Erytrosit         :Dalam 5 kotak sedang ditengah dengan perbesaran objektif 40X.
Sel Trombosit       :Dalam 25 kotak sedang ditengah dengan perbesaran objektif 40X.
Sel Eosinofil :Dalam 9 kotak besar dengan perbesaran 10X.

Dengan kriteria     :
·         Sel-sel yg menyinggung garis kiri atas tidak dihitung.
·         Sel-sel yg menyinggung garis kanan bawah dihitung.

Gambar                 :


ð  Cara pengisian sampel darah yg sudah diencerkan ke kamar hitung:
a)    Siapkan kamar hitung yg bersih dan bebas lemak
b)   Taruh kaca penutup/deck glass diatasnya.
c)    Kocok pipet yg berisi sampel selama 3 mrnit(secara terus-menerus jangan sampai cairan keluar)
d)   Buang cairan 3-4 tetes, kemudian sentuhkan ujung pipet(sudut 30 derajat) dengan kaca penutup.Biarkan kamar hitung terisi cairan perlahan-lahan.
e)   Biarkan 2-3 menit agar sel-sel mengendap.
f)    Periksa dibawah mikroskop.
Gambar: 


B.    PIPET LED (LAJU ENDAP DARAH)
·         Guna: Untuk pemeriksaan Laju Endap Darah.
·         Ada 2 jenis macam pipet yg digunakan dalam pemeriksaan Laju Endap Darah:
1.     Pipet Wintrobe
Ø  Pipet ini kurang baik untuk pemeriksaan LED karena memakan waktu yg lama, dan kemungkinan hemolisa cukup besar.
Ø  Gambar:


2.    Pipet Westergreen
Ø  Pipet ini banyak digunakan dalam pemeriksaan LED karena ketelitiannya ckup baik dan memerlukan waktu yg tidak lama.
Ø  Gambar:
                      

C.    HAEMOMETER
                             I.        Guna       : Untuk pemeriksaan kadar Hb darah secara visual dengan    menggunakan metode sahli.Cara ini kurang teliti dibandingkan dengan metode cyanmeth karena darah yang terdeteksi hanya oxyhemoglobin dan carboxyhemoglobin.
                          II.        Alat ini terdiri dari   :
a)    Batang standart
ð  Digunakan untuk membandingkan warna larutan yang terjadi dalam tabung pengencer dalam penetapan kadar hb cara sahli.
b)   Tabung Pengencer Haemometer
ð  Digunakan untuk mengencerkan darah dan asam pada penetapan kadar hb cara sahli.
Satuan yg digunakan adalah Gram % (gr%) atau gram/100 ml darah (gr/dl).
c)    Skala yg terbaca       
ð  Skala terendah      : 2 g%
ð  Skala tertinggi      : 22 g%



D.   PIPET HB (HEMOGLOBINE)

                                         Guna   : Untuk menghisap darah pada pemeriksaan kadar hb cara sahli.
Pipet ini mempunyai skala sampai 20 Cmm artinya darah yg dapat dihisap sebanyak 0,02 ml.
                                 
E.    OBYEK GLASS


ð  Guna   :
·         Untuk tempat pembuatan preparat apus darah.
·         Untuk tempat pemeriksaan masa pembekuan cara objeck glass.
·         Untuk tempat sediaan mikroskop.
ð  Gambar:
                  
         
F.    DECK GLASS  / COVER GLASS

ð  Guna   : Untuk menutup sediaan mikroskopis dan menutup kamar hitung.
Deck glass yg digunakan untuk menutup kamar hitung biasanya dibuat lebih tebal.
ð  Gambar:

G.   CAWAN PETRI

Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari plastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cawan Petri dinamai menurut nama penemunya pada tahun 1877, yaitu Julius Richard Petri (18521921), ahli bakteri berkebangsaan Jerman.
Alat ini digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakterikhamirspora, atau biji-bijian. Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri.cara mensterilkan dengan pemanasan panas kering pada suhu 170 – 180 oc selama 2 jam.
                                                                           
H.   ERLENMEYER

                   Erlenmeyer adalah peralatan gelas (Glass ware equipment) yang seringkali di gunakan untuk analisa dalam laboratorium. Bentuknya bulat dan berbentuk kerucut dibagian atasnya. Disalahsatu sisi, ada tanda untuk menunjukkan ukuran volume  isi, dan memiliki spot yang dapat diberi label dengan pensil . leher dan mulut botol yang sempit pada erlenmeyer bertujuan agar mudah di pegang, mengurangi penguapan dan dapat di tutup dengan mudah. Sedangkan dasar permukaan yang rata membuatnya flexsible di letakan dimana saja.
FUNGSI DAN KEGUNAAN ERLENMEYER
Fungsi dan kegunaan Erlenmeyer antara lain adalah:
1.      Erlenmeyer berfungsi untuk mengukur dan mencampur bahan-bahan analisa,
2.     Erlenmeyer berfungsi utk menampung larutan, bahan padat ataupun cairan,
3.     Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan (melarutkan) bahan-bahan komposisi media,
4.      Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair,
5.      Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat untuk melakukan titrasi bahan
Labu erlenmeyer Kebanyakan terbuat dari kaca borosilikat sehingga mereka dapat dipanaskan di atas api atau di autoklaf. Ukuran yang paling umum mungkin adalah termos erlenmeyer 250 ml dan 500 ml. Namun ada juga Erlenmeyer yang berukuran  50 ml, 125 ml, dan 1000 ml. Biasanya erlenmeyer tidak mempunyai tutup. Untuk penutup dapat menyegel mereka dengan plastik atau gabus penyumbat. Namun ada juga Erlenmeyer yang khusus di buat dengan penutup yang juga terbuat kaca.
I.    BEKERGLASS

Alat ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala, namun ralatnya cukup besar). Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia. Untuk menguapkan solven/pelarut atau untuk memekatkan.

J.   OBJEKGLASS
Objeck glass berfungsi untuk tempat menaruh objeck yang akan diamati di bawah mikroskop.
 Deck glass berfungsi untuk menutup objek yang ada di atas objeck glass.
 Cara mensterilkan dengan cara panas kering di dalam oven pada suhu 170 – 180 celcius selama 2 jam.Termasuk alat gelas karena terbuat dari kaca.

K.    GELAS UKUR

Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala



L.    LABU TAKAR

Digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cair pada proses preparasi larutan. Alat ini tersedia berbagai macam ukuran.

M.  PIPET UKUR

Adalah alat yang terbuat dari gelas, berbentuk seperti gambar di bawah ini. Pipet ini memiliki skala. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan, jangan dihisap dengan mulut.

N.   PIPET VOLUME

Pipet ini berbentuk seperti dibawah ini. Digunkan untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian tengah pipet. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan.


O.   BURET

Terbuat dari gelas. Mempunyai skala dank ran. Digunakan untuk melakukan titrasi. Zat yang digunakan untuk menitrasi (titran) ditempatkan dalam buret, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran. Volume dari zat yang dipakai dapat dilihat pada skala.

P.    BOTOL TIMBANG

Biasanya digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan. selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair dan pasta



Q.  Kaca arloji

Terbuat dari gelas. Digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang.

R.    Corong gelas ( funnel conical )

Terbuat dari jenis boroksiliat atau plastic. Corong mempunyai garis tengah 35 – 300 mm dan ada yang mempunyai tangkai corong panjang, sedang dan pendek.
berfungsi :
·         untuk menolong pada saat memasukkan cairan ke dalam suatu wadah dengan mulut sempit, seperti : botol, labu ukur, buret, dll
·         tempat untuk menyimpan kertas saring dalam proses penyaringan campuran kimia dengan gravitasi.




S.   Corong pisah

 Corong pisah disebut juga separatory funnel, Berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas, bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.
Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.Berfungsi :  Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis.


T.   Labu didih ( boilling flask )


Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 oC. Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.

Fungsi :

Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.
Berguna sebagai wadah larutan yang sedang dipanaskan atau diuapkan khususnya pemanasan yang dirangkaikan dengan pendingin balik, seperti pada pemeriksaan formalin
Leher labu didih ada 3 jenis :
1.     Single neck
2.    Double neck
3.    Triple neck
Bagian bawah labu didih adaa 2 jenis :
1.     Flat bottom
2.    Round bottom
Sewaktu pemanasan dilengkapi dengan batu didih ( boilling chips )

U.   Eksikator / desikator


berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline.1

Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.

Fungsi :
Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
Mengeringkan padatan
Mendinginkan bahan / wadah sebelum dilakukan penimbangan
Menyimpan  bahan agar tetap dalam kondisi kering . Eksikator / desikator berisikan SILIKA GEL
Tempat penyimpanan sampel yang harus bebas air
Mengeringkan dan mendinginkan sampel yang akan digunakan untuk uji kadar air
Macam-macam  Eksikator / desikator :
1.     Desikator biasa
2.    Desikator vacum

V.    Kondensor / Pendingin balik
condensor
Alat ini biasanya digunakan pada proses refluks atau destilasi. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang atas tempat air keluar.
Berfungsi :
1.   Mendinginkan cairan panas atau uap
2.  Mengembunkan uap
Jenis kondensor :
1.   Bulb condensor
2.  Condensor liebig
3.  Condensor graham
4.  Condensor dimroth
condensor liebig

kondensor bulb
condensoe dimroth






W. Pipet tetes ( pasteur pippete )


Berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet.
Berfungsi : Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.



X.   Tabung reaksi



Tabung reaksi disebut juga Test Tube atau Culture tube (tabung reaksi tanpa bibir)

Terbuat dari kaca borosilikat sehingga dapat menahan perubahan temperatur dan tahan terhadap reaksi kimia.
Bentuk alat ini terbuka pada bagian atas dan bulat pada bagian bawah mempunyai berbagai macam ukuran. Biasanya 75x 10 mm, 4 mL, kadang-kadang 100 x 12 mm, 8 mL.
Berfungsi :
·         untuk mereaksikan zat-zat kimia dalam jumlah yang sedikit
·         untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
·         wadah untuk perkembangbiakkan mikroba

Ada 2 jenis :
1.     Tabung dengan tutup
2.    Tabung tanpa tutup.
.


Y.     Labu kjedhal
Terbuat dari borosilikat dengan kapasitas 50-1000 ml. Labu ini berbentuk bulat di bagian bawahnya dengan  mulut leher yang cukur lebar.
Fungsi  : untuk destruksi atau destilasi pada hasil destruksi protein.